loveheaven07

Sekaten dan Pasar Malam di Yogyakarta

Sekaten dan Pasar Malam di Yogyakarta

Sekaten dan Pasar Malam di Yogyakarta

Selalunya di Bulan Maulud saat di Alun-alun Utara Yogyakarta diadakan Pasar Malam dan Sekaten aku akan datang kesana bersama keluargaku. Sore kami berangkat dari Kulon Progo (tempat asalku) dan sampai sekaten di atas jam 7 malam dengan perjalanan sekitar dua jam.

Sekaten dan Pasar Malam di Yogyakarta

Sekaten dan pasar malam diadakan setiap tahun dalam rangkan merayakan Ulang Tahun Nabi Muhammad, saw atau Maulud Nabi. Pada dasarnya setiap pasar malam dimana-mana juga hampir sama, yaitu tempat menjual berbagai macam makanan, pakaian, dll dengan harga murah dan terjangkau.

Sekaten dan Pasar Malam di Yogyakarta

Selain itu juga merupakan tempat bermain untuk semua orang atau pengunjung karena disana banyak play ground, fun fair yang kalau mau bermain atau memasukinya harus membeli tiket yang disediakan di loket-loket.

Sekaten dan Pasar Malam di Yogyakarta

Meriahnya Kota Yogyakarta di malam hari bisa terlihat melalui foto-foto di entri ini, apalagi saat ada even pasar malam di Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta selama sebulan di Bulan Maulud

Sekaten dan Pasar Malam di Yogyakarta

Saat itu juga jalanan di sekitar 0 km Yogyakarta pasti macet. Kebanyakan yang mengunjungi pasar malam dan sekaten adalah pendatang dari luar Yogyakarta. Tidak heran kalau di sekaten selalu ada anggota keluarga yang hilang atau dompet, barang hilang karena keadaan di dalamnya sangat ramai.

Sekaten dan Pasar Malam di Yogyakarta

Jadi memang kalau kita ingin ke pasar malam/sekaten kita harus selalu waspada, berhati-hati terutama dalam membawa barang bawaan seperti tas, dompet atau barang yang lain agar tidak tercicir.

Sekaten dan Pasar Malam di Yogyakarta

Ini malah pengalamanku sendiri bahwa aku dan keponakanku saat ke Pasar Malam/sekaten terpisah dengan saudaraku yang lain, dan akhirnya kami ketemu di tempat parkir mobil. Untuk Anda yang akan ke Pasar Malam atau Sekaten Yogyakarta bersama anggota keluarga, family, teman-teman jagalah kebersamaan agar tidak terpisah saat di keramaian :D.

Jogja memang Istimewa.

Pentas Jatilan Langen Kudho Wiromo Samigaluh, Kulon Progo (Putra)


Pentas Jatilan Langen Kudho Wiromo Samigaluh, Kulon Progo (Putra)

Di entri sebelumnya aku sudah share (berbagi) tentang Jatilan Kudho Wiromo Pagerharo, Samigaluh, Kulon Progo, Jogja, dan kali ini aku ingin berbagi tentang foto-foto dan video Jatilan Kreasi Baru yang putra.


Foto-fotonya aku ambil pada Hari Rabu Tanggal 28 Juli 2017 saat mengadakan pentas di halaman rumahku Desa Kebonharjo, Samigaluh. Jogetan jatilan ini sangat bagus bahkan orang-orang yang pernah menyaksikannya atau menonton langsung juga bilang begitu.


Anda orang Samigaluh? kalau iya, pasti ada di antara Anda yang pernah menonton Jatilan Langen Kudho Wiromo. Ada banyak sanggar jatilan di Samigaluh atau kecamatan lain di Kulon Progo dengan nama yang berbeda-beda.


Kesenian jatilan sampai saat ini masih ada, masih terus dilestarikan, bahkan tarian atau jogetannya semakin bagus dengan menampilkan, menambahkan gaya kreasi baru pada jogetan dan gamelannya.


Di bawah ini adalah video pentas Jatilan Langen Kudho Wiromo dari Dusun Kemesu, Pagerharjo, Samigaluh:


Jatilan Langen Kudho Wiromo Samigaluh, Kulon Progo (Putra) - Video

Pentas Jatilan Langen Kudho Wiromo Samigaluh, Kulon Progo (Putri)

Pentas Jatilan Langen Kudho Wiromo Samigaluh, Kulon Progo (Putri)

Pentas Jatilan Langen Kudho Wiromo Samigaluh, Kulon Progo (Putri)

Kalau Anda orang jawa pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Kesenian Jatilan. Sampai saat ini Jatilan masih jaya bahkan makin keren karena oleh mereka diubah menjadi seni modern Jatilan Kreasi Baru.

Pentas Jatilan Langen Kudho Wiromo Samigaluh, Kulon Progo (Putri)

Seperti pada judul entri ini adalah Jatilan Langen Kudho Wiromo Samigaluh, Kulon Progo (Putri) yang pentas di halaman rumahku Dusun Kaliduren, Kebonharjo, Samigaluh pada Hari Rabu Tanggal 28 Juli 2017 bertepatan pada hari ke 4 Idul Fitri.

Pentas Jatilan Langen Kudho Wiromo Samigaluh, Kulon Progo (Putri)

Keluargaku memang sengaja mengundang Jatilan tersebut dalam rangka badanan, syukuran. Ini adalah Jatilan Langen Kudho Wiromo Kreasi Baru yang putri, dan pentasnya pada malam hari. Saat itu aku sempat mengambil foto-fotonya juga merekam videonya yang akan aku cantumkan di bawah nanti.

Pentas Jatilan Langen Kudho Wiromo Samigaluh, Kulon Progo (Putri)

Yah....keren, memang jatilan yang berasal dari Dusun Kemesu, Pagerharjo, Samigaluh ini jogetannya sangat bagus, juga sering diundang pentas dimana-mana. Disini aku juga pingin mengajak Anda agar melestarikan kesenian tradisional kita yang salah satunya berbentuk Seni Jatilan.


Video Jatilan Langen Kudho Wiromo Samigaluh, Kulon Progo (Putri)

Cara Melestarikan Budaya Di Pedesaan

Cara Melestarikan Budaya Di Pedesaan


Cara Melestarikan Budaya Di Pedesaan

Pelestarian budaya bisa dilakukan dengan cara merayakan dan mencatat warisan dari orang yang terdahulu. Hal tersebut bisa dicapai dengan cara: mengumpulkan foto-foto, cerita budaya, silsilah keluarga, atau dengan belajar dan mengajarkan lagu-lagu tradisional, cerita dan tarian tradisional untuk generasi yang baru. Jangan sampai budaya dan peradaban akan terkikis oleh budaya Barat atau kemajuan jaman.

Harusnya kemajuan teknologi turut mendukung masyarakat dalam melestarikan budaya tradisional agar tidak lenyap.

Etnografi adalah metodologi kualitatif dimana peneliti berusaha untuk memahami budaya dari sudut pandang orang yang ada atau terlibat di dalam kebudayaan, belajar tentang apa yang benar-benar ingin eksis dalam kerangka ide tertentu, adat istiadat, tabu, agama, pikiran, dan semua lembaga yang hadir bersama-sama untuk menghasilkan budaya.


Cara Melestarikan Budaya Di Pedesaan


Dalam bidang pertanian budaya akan berkelanjutan pada proses yang sepenuhnya menggunakan bahan organik, benih non-transgenik yang tidak ada input zat kimia. Praktek penyimpanan benih, perbanyakan dan pembibitan pohon, semua itu adalah bagian dari kehidupan untuk mengajarkan kepada  penduduk desa tentang bagaimana mempertahankan sumber yang bergizi untuk memberikan sumber pemakanan bagi komunitas mereka.

Pertumbuhan ekonomi di pedesaan merupakan akar rumput yang cepat, dan berguna untuk mengurangi kemiskinan. Bekerja dan berusaha adalah faktor yang paling penting. Pemerintah harusnya melatih warga desa dalam mengembangkan bisnis dan rencana pemasaran yang sederhana, dan mengajarkan tentang pembukuan yang juga sederhana. Dengan demikian kita akan bisa memberdayakan masyarakat, perempuan dan pemuda khususnya ke arah kemandirian.

Bagaimana Aku Harus Menanggapi Ramalan?

Bagaimana Aku Harus Menanggapi Ramalan?


Sudah menjadi takdir dan ketentuan Allah bahwa kita hidup di jaman ini, saat ini, dan aku lahir, hidup di lingkungan masyarakat jawa. Di lingkungan orang-orang yang beragama, dan Islam adalah agamaku. Agak sensitif sebenarnya kalau membahas soal agama, takut mengundang perdebatan.

Islam adalah satu, dengan ajaran yang sama dan juga satu, tidak harus terbelah-belah dan menjadi perdebatan. Sekali lagi aku bilang, sensitif kalau membahas sesuatu yang berhubungan dengan agama. Tapi dalam meyakini, melaksanakan ajaran agama pun harus sesuai dengan panduan yang benar, yang tidak ditambah-tambahi atau dikurangi agar tidak menyimpang.

Aku sendiri, adalah....orang yang sedang belajar tanpa batas waktu. Bicara soal belajar, selalu saja kurang, tapi setidaknya setiap yang kupelajari akan membuat aku menjadi selangkah lebih maju, matang, memotivasi ke hal-hal yang positif dan benar, agar hidupku menjadi lebih baik, tanpa mengesampingkan cobaan, dan dugaan yang kadang datang di luar jangkauan, tetap bisa menghadapi (mengambil hikmah dari sebaliknya).

Cobaan dan takdir hidupku, itu salah siapa?

Tidak ada yang harus disalahkan tentang takdir perjalanan hidup di masa lalu dan yang sudah terjadi. Aku menjalani hidup dan melakukan sesuatu karena ada alasan dan niat yang baik, walau jalan itu penuh cobaan dan rintangan, selalu berharap agar ending nya akan lebih baik. Selalu ada peran Allah yang berada di dalamnya sebagai petunjuk jalan dan penolong, karena Dia memang selalu berada di hatiku dalam setiap detik langkah.


Bagaimana Aku Harus Menanggapi Ramalan?


Bagaimana Aku Harus Menanggapi Ramalan?

Pertanyaan itu ada hubungannya dengan artikel sebelum ini, dan kalau kita hidup di jawa pasti akan menemui adat-adat jawa yang sekarang ini masih agak kental dan dijalani oleh masyarakat. Iya memang, kita sebagai penghuni masyarakat harus bersosialisasi melestarikan adat budaya.

Dan sebagai penganut Islam, dalam melestarikan adat budaya tidak boleh mengarah ke perbuatan syirik (menduakan atau menyekutukan Allah). Percaya dengan remalan berarti mendahului sesuatu yang telah menjadi rahasia Allah. 

Jadi, sebaiknya aku ingin tetap berfikir secara wajar, dengan logika, berfikir cerdas, dan hanya percaya kepada Allah SWT. Bagi orang awam yang masih berpegang teguh dengan adat sebagai pedoman pasti tidak akan setuju, alasanya mungkin takut dikutuk nenek moyang, takut kualat....dll.

Lebih baik membiasakan diri utuk tetap berpegang dengan pedoman-Nya dan menghindari semua hal yang mengarah ke perbuatan syirik. Semoga kita Umat beragama Islam akan selalu diberi petunjuk hidayah, dan tetap bertoleransi terhadap penganut agama yang lain.

Primbon Jawa Menurut Pandangan Islam

Primbon Jawa Menurut Pandangan Islam


Primbon Jawa Menurut Pandangan Islam

Aku adalah orang Jawa yang hidup di lingkungan dimana masyarakatnya masih kental dengan budaya adat dari nenek moyang, atau adat yang telah mereka lakukan secara turun temurun. Dan aku adalah penganut Agama Islam yang ingin menjalankan agama sesuai dengan aturan yang benar tanpa menyekutukan-Nya, bahwa Allah SWT. adalah Maha Esa. Maka di bawah ini adalah penjelasan tentang primbon, semoga juga akan bermanfaat untuk Anda:

Orang Jawa sangat jeli memperhatikan dan mengamati tanda-tanda alam. Kemudian mereka membuat pembakuan-pembakuan atas kejadiaan yang terjadi secara berulang-ulang kepada anak cucu mereka. Kejadian kejadian yang dibakukan biasanya telah direkam oleh orang Jawa sendiri selama ribuan tahun. Primbon sendiri berisi ramalan-ramalan yang berkaitan dengan hari, penentuan hari baik dan buruk dan pemberian makna dari suatu kejadian. Sehingga semua itu terkenal sampai zaman sekarang, kita sudah tidak asing lagi mendengar kata-kata yang mungkin sering diucapkan oleh nenek atau orang tua kita “Jangan menikah di bulan suro. Nanti rumah tangganya akan hancur”.  “Jangan mengadakan acara di hari itu. Itu bukan hari baik.” Sedangkan dalam Islam sendiri sudah dijelaskan bahwa semua hari, semua bulan adalah baik.

Alasan penulis ingin mengulas tentang Primbon dalam pandangan Islam adalah karena, pada zaman sekarang masih banyak orang-orang yang menjadikan primbon sebagai referensi kehidupan. Lalu bila ada unsure negative yang dikatakan pada primbon tersebut, beberapa orang biasanya mendamaikannya dengan mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan primbon sendiri berisi suatu ramalan-ramalan kejadian yang direkam oleh manusia sendiri selama ribuan tahun lalu. Dan dalam Islam sendiri: mempercayai sesuatu selain Allah termasuk musyrik.

Apa sebenarnya arti Primbon?

Primbon sebenarnya dikenal diseluruh suku di Nusantara tetapi lebih menggejala di Jawa. Kata primbon berasal dari kata dasar imbu yang berarti “memeram buah agar matang”, yang kemudian mendapat imbuhan “pari” dan akhiran “an” sehingga terbentuk kata primbon. Secara umum, primbon diartikan sebagai buku yang menyimpan pengetahuan tentang berbagai hal. Wojo-wasito dan Poerwadarminta (1980:211) memberikan definisi primbon sebagai “buku yang memuat astrologi dan mantera.” Primbon sendiri menerangkan tentang kegaiban. Berisi ramalan-ramalan, penentuan hari baik dan buruk, kelahiran, perkawinan (jodoh), kematian, pengobatan tradisional dan pemberian makna pada suatu kejadian.

Pada dasarnya kitab Primbon adalah catatan tentang berbagai kejadian yang pernah terjadi atau berdasarkan penuturan orang-orang terdahulu dan dibukukan oleh seorang pujangga atau orang pintar sehingga bisa dipelajari dengan mudah sampai sekarang. Beberapa Masyarakat Indonesia pun masih ada yang menjadikan primbon menjadi referensi hidup. Contoh kitab primbon adalah kitab Primbon Bataljemur Adam Makna dan Kitab Primbon Lukman Hakim. Para dukun pun sering juga berpedoman pada buku-buku sejenis primbon ini.

Sejarah asal usul Primbon

Data sejarah menyatakan bahwa Masyarakat jawa menganut kepercayaan Animisme dan Dinamisme yang memuliakan roh alam dan roh nenek moyang. Seperti yang kita ketahui ramalan-ramalan Jawa dalam Primbon ini sering kita dengar dari orang-orang tua Jawa. Sudah dijelaskan diatas bahwa masyarakat jawa menganut Animesme dan Dinamisme. Sehingga pada waktu itu dianggap wajar apabila semua kejadian atau peristiwa yang terjadi akan dihubungkan dengan fenomena alam. Dengan begitu nenek moyang suku Jawa akan terdorong untuk mempelajari gejala-gejala alam dan untuk memudahkan dalam penyampaian kepada generasi selanjutnya maka mereka menuliskannya dan kemudian dibukukan dalam kitab Primbon.

Sistem berpikir jawa, menurut Dawami (2002:12) suka kepada mitos. Mereka lebih percaya kepada dongeng-dongeng sakral yang sudah diturunkan dari nenek moyang. Disamping itu, masyarakat Jawa memang bersifat lentur dan akomodatif, sehingga dapat menerima kebudayaan lain dengan mudah. Masyarakat Jawa juga sangat terbuka. Karena itu, apa saja yang baik akan diterima dengan senang hati, termasuk didalamnya pengaruh keyakinan. Namun, disisi lain masyarakat Jawa juga sangat menjaga tradisi spiritual mereka. Maka mereka akan menjalankan kewajibannya sesuai dengan keyakinannya tanpa meninggalkan hakikat tradisi spiritual yang diwariskan dari nenek moyang mereka.

Tradisi yang telah ada akan mengakar dan mempengaruhi mental pribadi masyarakat, yang pada akhirnya masyarakat akan terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut. Meskipun, banyak dari mereka tidak mengerti apa yang telah dilakukan nenek moyangnya.

Salah satu contohnya adalah, Kita sering mendengar ucapan orang-orang tua kita “Jangan menikah di Bulan Syawal, nanti rumah tangganya akan hancur atau cerai” Tanpa kita sadar atau mungkin sadar, kita telah menurunkan kalimat tersebut kepada generasi ke generasi bahkan tanpa kita mengetahui alasan ‘kenapa tidak boleh menikah di bulan syawal’. Mungkin, menurut penulis nenek moyang Jawa pada zaman dahulu hanya menemukan banyak rumah tangga yang rusak atau cerai tanpa menghitung rumah tangga yang berhasil yang menikah di bulan Syawal. Kenyataannya adalah Rasulullah menikahi Aisyah di bulan Syawal.

Siti Aisyah r.a berkata “Rasulullah SAW mengawini aku pada bulan Syawal, dan tinggal bersama ku pada bulan Syawal, karenanya Siti Aisyah menganjurkan kaum muslim untuk menggauli istrinya di bulan Syawal”


Primbon Jawa Menurut Pandangan Islam


Jadi, ramalan-ramalan dalam Primbon tersebut awalnya merupakan catatan-catatan hasil pengamatan nenek moyang Jawa tentang bagaimana kehidupan masyarakat Jawa di zaman dahulu. Mencatat kejadian-kejadian penting pada tanggal-tanggal atau bulan-bulan tertentu dan menjadikannya sebagai sebuah pedoman. Primbon hanya merupakan hasil buah pikir manusia dari pengamatan tentang kejadian yang pernah terjadi yang tidak selamanya benar.  

Apakah Primbon itu Peninggalan Islam?

Dakwah Islam yang dilakukan oleh Walisongo di Jawa bisa di bilang sukses tanpa pertumpahan darah, dengan damai. Untuk menarik masyarakat Jawa zaman dahulu untuk memeluk Islam dilakukan dengan menempuh berbagai cara. Para Wali dengan sabar, tabah dan hati-hati mengikuti keadaan dan mengindahkan tradisi yang sedang berlaku serta memperhatikan sungguh-sungguh tabiat dan jiwa orang-orang yang akan diberi pengertian atau dakwah tentang Islam.

Namun, sekarang sebaliknya yang bertebaran adalah kisah-kisah walisongo yang berbau mistik, khurofat, bid’ah dan lain-lain. Menurut Sumanto, sejarawan dan penulis dari Semarang, Para Wali sengaja menyisipkan kisah-kisah semacam itu, “Melihat Islam Jawa yang lebih banyak kleniknya merupakan strategi dakwah rezim Mataram dalam menyebarkan Islam. Mereka membuat babad atau cerita sejarah bercampur legenda dengan nuansa keIslaman. Sultan Agung mengetahui bahwa jika ajaran Islam yang rasionalistis disebarkan di tanah Jawa, ajaran itu “tidak laku” dan orang Jawa akan lari ke Hindu, ke Budha atau kembali ke agama nenek moyang mereka. Maka rezim Mataram meramu sedemikian rupa yang mengadopsi unsur sinkretisme dan mistisisme agar orang Jawa merasa “enjoy” memeluk islam” (Radio Singapore Internasional).

Maka tak heran bila sering ditemui kisah-kisah Walisongo versi jawa yang berbau Kejawen, Abangan, Kebathinan dan lain-lain. Bukan salah walisongo. Ditambah lagi ulah para ahli syirik, bid’ah, tukang ramal yang membawa-bawa nama walisongo dalam ajarannya. Padahal itu semua tentu bukan ajaran yang diturunkan oleh para Wali. Karena Walisongo adalah para ulama yang sangat besar ketakwaannya kepada Allah swt dan mengenal baik apa yang di haramkan dan dihalalkan oleh Syariat Islam.

Para wali meyakini benar bahwa sejarah yang sudah ada turun temurun ditambah sifat masyarakat Jawa yang sangat mempertahankan tradisi nenek moyang  tidak mungkin dapat dihapus dengan perdebatan. Diantaranya cara-cara yang ditempuh dengan budaya yang digemari oleh penduduk. Namun, kedalam budaya tersebut para Wali memasukkan unsur-unsur ajaran Islam yang mudah diserap.

Seperti salah satunya, Kitab Primbon telah berkembang dan dijadikan pedoman kehidupan masyarakat Jawa sebelum Islam masuk ke tanah Jawa. Namun, Kitab Primbon yang tersebar pada masa itu adalah kitab primbon yang berisi tentang ramalan-ramalan, kelahiran, hari baik atau buruk dan sebagainya. Akhirnya, Sunan Bonang membuat kitab Primbon (mengambil budaya yang sudah ada) berbeda dengan kitab Primbon yang sudah ada di masyarakat Jawa sebelumnya (mengganti dengan unsur Islam didalammya). 

Kitab Primbon Sunan Bonang tidak ada unsur ramalan-ramalan, kelahiran, kematian, jodoh, atau bahkan hari baik atau buruk. Primbon Sunan Bonang berisi Fiqh, Tasawwuf dan Tauhid. Terdapat juga ajakan seruan kepada pembacanya agar menjauhkan diri dari perbuatan syirik (Menyekutukan Allah SWT dengan yang lain). Pada penutup Primbon, Sunan Bonang menyerukan “Hendaklah perjalanan lahir batinmu sesuai dengan jalan syari’at, mencintai dan berteladan kepada Rasulallah saw.”

Pandangan Islam Terhadap Primbon

Primbon yang berisi tentang ramalan-ramalan, kelahiran, perhitungan hari baik dan buruk, serta perjodohan hukumnya adalah tidak benar. Islam tidak mengajarkan tentang berpegang pada waktu tertentu entah itu jam, hari, bulan, atau pasaran (Pon, Wage, dll.) untuk memulai sesuatu yang baik. Islam mengajarkan agar membaca Basmalah untuk memulai pekerjaan yang baik kapanpun itu. Dalam sebuah hadits yang statusnya hasan lighairihi disebutkan:

“Setiap perbuatan baik yang tidak diawali dengan bismillah adalah terputus” (HR. Ibn Hibban)
            
Yang dimaksud dari bacaan diatas adalah untuk menggantungkan semuanya kepada Allah SWT dan segala sesuatu yang terjadi hanya karena izin-Nya. Prasangka kita terhadap Allah akan kembali pada diri kita sendiri, begitulah yang disebutkan dalam salah satu hadits qudsi.

Di dalam Agama Islam sendiri kita tidak dibolehkan menghukumi ada hari sial atau tanggal sial. Dalam kajian masalah aqidah, berkeyakinan sial karena melihat peristiwa tertentu atau terhadap hari tertentu disebut thiyarah atau tathayur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut perbuatan ini sebagai kesyirikan. Sebenarnya keyakinan ini sama persis dengan keyakinan masyarakat jahiliyah masa silam.

Lainnya yang terdapat pada Primbon yaitu pitungan. Pitungan yaitu kemampuan bisa menghitung dan memaknai tanggal, bulan, weton dan sebaginya. Dengan ilmu ini, Ki pitungan (tukang menghitung tanggal) akan menentukan hari baik, hari kurang baik, dan hari yang paling bahaya. Atau biasa dikenal ini adalah Ramalan.

Karena nasib dan takdir seseorang sama sekali tidak ada hubungannya dengan tanggal lahir, weton, tanggal nikah, bulan jodoh, dan sebagainya. Karena dalam islam semua hari dan semua tanggal adalah baik.

Namun, sayangnya pada masa sekarang masyarakat telah biasa dengan tradisi tersebut. Sehingga, menggeser pola pikir masyarakat bahwa diramal atau mempercayai ramalan adalah sesuatu yang sangat biasa. Padahal dalam Islam perbuatan itu diharamkan oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang mendatangi seorang peramal, lalu menanyakan kepadanya tentang satu ramalan maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR Muslim).

Orang yang mempercayai ramalan adalah orang yang kufur terhadap apa yang telah di wahyukan kepada Nabi Muhammad Saw. Ramalan tersebut telah mendahului sesuatu yang telah menjadi rahasia Allah SWT. Dan sesungguhnya rahasia Allah SWT tidak akan pernah bisa diketahui oleh siapapun. Mempercayai ramalan akan menjadikan orang tersebut kufur kepada Allah SWT. Karena ia telah menduakan Allah SWT. Padahal, Allah-lah yang maha luas ilmunya. Barang siapa yang mempercayai ramalan maka ia telah berbuat syirik kepada Allah SWT.

“Barang siapa yang membatalkan maksud keperluannya karena ramalan mujur-sial maka dia telah syirik kepada Allah. Para sahabat bertanya “Apakah penebusnya, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah, “Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikan-Mu, dan tiada kesialan kecuali yang Engkau timpakan dan tidak ada Tuhan kecuali Engkau.” (HR Ahmad).

Perkara dimasa datang adalah perkara yang menjadi kekhususan Allah SWT. Tidak pantas setiap makhluk menerka-nerka apa yang akan terjadi di masa selanjutnya melalui ramalan atau semacamnya. Cukuplah seorang muslim meyakini bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Kita hanya berusaha dan disertai tawakal.

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok [1188]. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Luqman:34).

[1188] Maksudnya: manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, namun demikian mereka diwajibkan berusaha.

KH. Musthofa Bisyri (2006: 201-202) menegaskan bahwa penggunakan buku-buku primbon dalam kaitan dengan ibadah seorang muslim adalah tidak benar. Beliau juga menyatakan bahwa buku-buku tersebut hanyalah tuntutan “perdukunan” belaka, karena para dukun sering merajuk pada buku-buku sejenis itu.


Primbon Jawa Menurut Pandangan Islam


Pengaruh Primbon di Zaman Sekarang

Pada zaman modern seperti sekarang ini bahkan masih ada beberapa orang yang percaya dengan Primbon dan menjadikannya acuan kehidupan mereka. Kitab Primbon seakan-akan sudah menjadi pegangan turun-temurun, tidak bisa hilang begitu saja meskipun sudah memeluk agama maupun dilanda moderanisasi. Bahkan, contoh nyatanya bisa kita lihat dimedia massa. Ada beberapa iklan primbon di televisi, iklan Koran, maupun iklan-iklan yang ditempel ditempat-tempat umum. Ini menandakan bahwa minat masyarakat terhadap primbon masih cukup tinggi. 

Namun, sayangnya Fenomena yang terjadi pada masyarakat kita kali ini adalah pada saat ramalan itu berkata sesuai dengan keinginan atau terjadi sesuai dengan apa yang kita alami, kita merasa senang dan bangga, akan tetapi jika itu salah, tidak jarang kita malah mencaci maki ramalan karena itu seperti bualan saja dan bila ramalan kita tidak sesuai dengan keingan atau terjadi hal yang jelek maka kita akan berlindung ke Allah SWT. Padahal sudah jelas sekali bahwa Allah SWT melarang umatnya percaya terhadap ramalam-ramalan sejenis itu.

Lalu, mengapa orang-orang yang bahkan sudah memiliki agama masih percaya terhadap ramalan? 

Karena ramalan atau kitab-kitab seperti itu memberikan banyak hal yang orang-orang inginkan. 

Informasi dan jaminan tentang masa depan, cara untuk terbebas dari situasi yang mereka hadapi saat ini. Padahal bila ditinjau dari cara pembuatan kitab tersebut, itu hanyalah hasil pengamatan manusia atas beberapa kejadian yang pernah terjadi.

Dan, bila dipikir secara logika, tidak semua orang akan tertimpa kejadian yang sama persis dengan orang-orang lain di masa lampau. Mungkin, bila memang iya itu hanya beberapa dan itu hanyalah suatu kebetulan bukan suatu yang memang sudah direncanakan.

Orang-orang zaman sekarang yang masih mempercayai hal-hal berbau ramalan, sebenarnya mereka hanya butuh orang lain untuk mendengarkan mereka dan menunjukan beberapa kekhawatiran mereka untuk masalah yang sedang mereka hadapi.

Jadi, Pada intinya kitab primbon yang berisi tentang ramalan, hari baik atau buruk, kematian, dan kelahiran dipandang tidak benar dalam Islam. Karena, perkara di masa datang adalah perkara yang menjadi kekhususan Allah SWT. Akan tetapi memang sulit memberantas kebiasaan mistik tersebut, sebab kecenderungan masyarakat yang suka mistik merupakan realitas dan hasil proses sejarah yang panjang. Ini merupakan pengaruh ajaran animisme dan dinamisme dan juga pengaruh ajaran Hindu. Kepercayaan terhadap kekuatan ghaib di Indonesia masih cukup tinggi sebab budaya yang dibentuk adalah sinkretisme yang mencapur-adukan masalah  kepercayaan budaya dengan agama.

Reformarsi Islam baru dimulai pada abad ke 20. Reformasi ini menginginkan dikembalikannya syariah murni yang ternyata hanya mampu mencakup ke daerah perkotaan. Namun, itu juga masih ada beberapa warga perkotaan yang percaya terhadap kitab-kitab seperti ini atau bahkan dukun yang menggunakan kitab yang sejenis. Setelah diamati secara lebih jauh sebetulnya kepercayaan terhadap benda-benda seperti ini hanya bersifat psikologis.

Bila dipilah-pilah tidak semua isi primbon mengancu pada kesyirikan atau ramalan. 

Primbon juga berisi tentang pengobatan tradisional yang bermanfaat bagi kita dizaman sekarang. Di masa saat zaman sekarang obat modern dengan harga yang sangat tinggi, maka obat-obatan tradisional lah yang menjadi alternatifnya. Didalam Primbon terdapat tentang ramuan-rumuan obat-obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit tertentu yang pastinya berguna bagi bidang kesehatan dan juga berisi tentang cara pengobatan tradisonal. 

Primbon juga sebagai salah satu warisan nenek moyang kita yang harus kita jaga. Namun, tidak dengan cara mempercayainya, menjadikannya sebagai pedoman hidup atau semacamnya. 

Itu hanya untuk memberi kita pengetahuan tentang cara pikir nenek moyang kita dahulu yang sangat kental dengan animisme dan dinamismenya, memberikan kita pengetahuan tentang sejarah nenek moyang kita.

Semoga kita semua akan mendapat petunjuk yang benar di jalan Allah SWT, Amiin. (from: Diansnrsh).

Tempat Wisata Candi Sojiwan Klaten, Jawa Tengah

Tempat Wisata Candi Sojiwan Klaten


Tempat Wisata Candi Sojiwan Klaten, Jawa Tengah

Aku berkunjung ke Candi Sojiwan, Klaten setelah pulang dari Candi Barong yang berada di daerah yang agak terpencil. Candi Sojiwan letaknya tidak begitu jauh dari kota Prambanan, jadi agak mudah terjangkau.


Tempat Wisata Candi Sojiwan Klaten
Candi Prambanan dan Candi Sojiwan dari kejauhan

Tidak susah untuk mencari candi tersebut karena di jaman sekarang ini kita bisa melacak suatu tempat dengan menggunakan map GPS internet, atau di tepi jalan juga terdapat plakat petunjuk jalan termasuk plakat untuk tujuan Candi Sojiwan.


Tempat Wisata Candi Sojiwan Klaten


Aku juga mengabadikan foto-foto waktu berkunjung disana dan fotonya sebagian sudah aku share di entri sebelum ini. Candi Sojiwan memang indah dan bentuknya agak besar, di sekitarnya terdapat rerimbunan pohon yang menambah keindahan candi tersebut.


Tempat Wisata Candi Sojiwan Klaten


Sudah aku nyatakan sebelumnya bahwa negara kita Indonesia ini kaya dengan warisan budaya sejarah yang unik, dan kewajiban kita saat ini adalah menjaga, melestarikan, bisa kita lakukan dengan cara mengunjunginya, juga mempromosikan dengan mengambil foto kemudian kita share di media sosial.


Tempat Wisata Candi Sojiwan Klaten


Rasa kagun akan wujud dari pemikiran kita, betapa hebatnya nenek moyang kita di jaman dahulu yang bisa menciptakan, membuat candi, menata batu-batu besar dan berubah menjadi seni, patung, reliefTempat Wisata Candi Sojiwan Klaten, Jawa Tengah recommended sekali buat anda yang suka traveling, hunting foto yang suka dengan art atau seni dan sejarah.

N/B: Klik pada gambar untuk melihat foto dengan lebih besar dan jelas.

Mengintip Keindahan Wisata Candi Sojiwan Klaten, Jawa Tengah

Mengintip Keindahan Wisata Candi Sojiwan Klaten, Jawa Tengah


Mengintip Keindahan Wisata Candi Sojiwan Klaten, Jawa Tengah

Entah ada berapa banyak candi kecil di sekitar wilayah Candi Prambanan, dan aku belum sempat mengunjungi semua karena terhalang oleh waktu. Sebelumnya aku juga tidak menyangka bahwa disana ada candi indah yang tersembunyi yaitu Candi Sojiwan, Klaten, Jawa Tengah.


Mengintip Keindahan Wisata Candi Sojiwan Klaten, Jawa Tengah


Candi Sojiwan terletak di desa Kebon Dalem Kidul, kecamatan Prambanan, kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Waktu aku berkunjung ke sana saat masuk tidak dipungut biaya tiket tapi hanya melapor dengan petugas yang berjaga di pintu masuk candi. Pasti di sebalik candi Sojiwan yang indah ini terdapat sejarahnya, sejarah nenek moyang di jaman dahulu dan sejarah jaman penjajahan Belanda.

Mengintip Keindahan Wisata Candi Sojiwan Klaten, Jawa Tengah



Kakak perempuanku adalah mahasiswa jurusan sejarah dan sempat bilang padaku bahwa rahasia sejarah candi-candi di daerah Prambanan, Klaten ada yang dibawa oleh orang Belanda saat mereka menjajah Indonesia, sayang sekali. Tapi walaupun begitu tidak akan menghilangkan cirikhas Yogyakarta, Jawa tengah sebagai kota yang kaya dengan warisan budaya.


Mengintip Keindahan Wisata Candi Sojiwan Klaten, Jawa Tengah


Semuanya sudah terjadi di jaman penjajahan saat kita semua belum lahir, jadi untuk kita yang hidup di jaman modern ini berkewajiban untuk menjaga dan melestarikannya. Untuk Anda yang gemar blusukan, suka traveling, suka hunting foto, suka dengan sejarah dan ingin melestarikannya? Berkunjunglah ke Candi Sojiwan, Klaten, candi ini sangat terawat dengan rapi, bersih dan indah. Candi ini sudah terlihat indah dari kejauhan, yang semakin membuat keinginan untuk segera sampai kesitu.

TagTempat Wisata Candi Sojiwan Klaten, Jawa Tengah

Jalan-jalan Ke Tempat Wisata Kraton Yogyakarta

Jalan-jalan Ke Tempat Wisata Kraton Yogyakarta


Jalan-jalan Ke Tempat Wisata Kraton Yogyakarta

Yogyakarta kaya dengan warisan budaya, termasuk Kraton Yogyakarta. Ini adalah kunjunganku ke Kraton Jogja pada bulan Desember 2015, setiap aku piknik akan aku share di blog ini. Banyak wisatawan dari dalam dan luar negeri yang berkunjung ke Kraton Jogja, karena ingin mengetahui sejarah budaya Yogyakarta, dan di sekitar Kraton juga dihiasi dengan hiasan unik sebagai cirikhas Yogyakarta.


Jalan-jalan Ke Tempat Wisata Kraton Yogyakarta


Aku tidak bisa menjelaskan semua yang ada di dalam Kraton Yogyakarta, dan di dalamnya terdapat sejarah Raja, Sultan Yogyakarta, dll. Di kraton juga tersedia guide yang bersedia menceritakan tentang sejarah kraton.


Jalan-jalan Ke Tempat Wisata Kraton Yogyakarta


Pada hari libur banyak pelajar yang berdatangan untuk menkaji sejarah budaya Kraton Jogja, pelajar SD, SMP bahkan pelajar Universitas atau mahasiswa dari Jogja dan luar daerah. Tiket masuk Kraton Jogja tidak mahal, dan sangat terjangkau, jadi kita bisa mengajak keluarga untuk piknik ke kraton.


Jalan-jalan Ke Tempat Wisata Kraton Yogyakarta


Setiap hari minggu pagi di anjungan Kraton Jogja juga ada persembahan tarian dari pelajar ISI, SMKI atau penari-penari dari sanggar-sanggar yang ada di Yogyakarta. Tentu saja persembahan tarian tersebut juga mengundang para fotografer atau wisatawan dari dalam dan luar negeri untuk hunting foto sambil menyaksikan persembahan pentas tari, hal itu pasti sangat menghibur dan menarik.


Jalan-jalan Ke Tempat Wisata Kraton Yogyakarta


Di pintu depan Kraton Jogja dijual bermacam-macam kerajinan cirikhas kota Jogja, baju, kaos, dll jadi kalau kita berwisata atau piknik ke Kraton Jogja bisa membelinya sebagai oleh-oleh atau kenangan. Kerajinan tersebut dijual dengan harga yang sangat murah dan terjangkau. Selain itu, sambil berwisata ke Kraton Yogyakarta, kita juga bisa berfoto disana, sebagai kenangan.

Pesona Keindahan Candi Barong, Prambanan, Yogyakarta

Pesona Keindahan Candi Barong, Prambanan, Yogyakarta


Pesona Keindahan Candi Barong, Prambanan, Yogyakarta

Sebelum ini aku pernah menuliskan entri tentang CANDI BARONG, dan waktu aku kesana sempat mengambil foto-foto tapi belum aku share semuanya. Pada entri ini aku akan kembali berbagi foto-foto yang aku ambil saat itu. Candi Barong terletak di sekitar Prambanan, Yogyakarta, dan di sekitar tempat itu juga terdapat candi-candi kecil yang lain seperti Candi Sojiwan, Candi Ijo, Candi Banyunibo, dll.

Pesona Keindahan Candi Barong, Prambanan, Yogyakarta


Bagi Anda traveller yang suka traveling, Candi Barong memang recommended banget untuk di kunjungi, sekalian hunting foto. Setiap aku berkunjung ke candi pasti terfikir tentang bagaimana mereka nenek moyang membuatnya, mengangkat, menata batu-batu yang besar, mengukir, hingga  akhirnya berbentuk candi. Iya sangat kagum sekali kalau mengingat itu semua.

Pesona Keindahan Candi Barong, Prambanan, Yogyakarta


Sekarang sudah memasuki jaman modern, so kewajiban kita adalah melestarikan budaya-budaya tersebut. Sungguh pintar mereka, dan aku pikir sifat seni nenek moyang kita juga menurun kepada orang-orang di kehidupan saat ini. 

Pesona Keindahan Candi Barong, Prambanan, Yogyakarta


Kalau kita berwisata di pulau Jawa atau pulau lain di seluruh Indonesia pasti bisa menikmati seni hasil karya seni, bahkan bisa terlihat dimanapun. Candi Barong kawasannya bisa dibilang luas, candi-candinya juga indah, tidak kecewa saat aku berwisata kesana.


Pesona Keindahan Candi Barong, Prambanan, Yogyakarta


Sejarah Candi Barong sudah pernah aku share di entri sebelumnya. Semoga foto-foto yang aku share disini membuat anda berkeinginan untuk berwisata ke Candi Barong yang letaknya di sekitar Prambanan, pasti Anda tidak akan kecewa.


Pesona Keindahan Candi Barong, Prambanan, Yogyakarta


Melestarikan budaya bisa kita lakukan dengan mengunjungi tempat-tempat wisata bersejarah warisan nenek moyang, termasuk Candi Barong. Setelah itu kita bisa mengabadikan dengan foto, dan kita sebarkan atau sharing di media sosial agar warisan budaya yang belum begitu terkenal akan dikenal oleh orang lain baik di Indonesia atau dunia.

N/B: Klik pada gambar untuk melihat foto yang lebih besar dan jelas.

Wisata Candi Barong Prambanan Yogyakarta

Wisata Candi Barong Prambanan Yogyakarta


Wisata Candi Barong Prambanan Yogyakarta

Ini adalah petualanganku di Bulan Desember 2015, dan menemukan Candi Barong di daerah sekitar Prambanan. Selain Candi Barong juga terdapat candi-candi lain yang belum sempat aku kunjungi. Sebelum aku sampai ke Candi Barong aku sempat mengunjungi Candi Banyunibo. Candi Barong terletak di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan.

Wisata Candi Barong Prambanan Yogyakarta


Candi ini berada di tempat yang agak jauh dan terpencil, tapi walau begitu, aku tidak kecewa sesampai disana setelah melihat keindahan Candi Barong. Di depan pintu masuk candi dijaga oleh satpam atau security, sebelum masuk kita harus minta ijin sama mereka dengan menunjukkan identitas diri.


Wisata Candi Barong Prambanan Yogyakarta


Ada bagian candi yang sudah retak dan belum diperbaiki, mungkin karena candi itu sudah sangat lama, tua. Ada juga bagian candi yang rusak, retak tapi sudah diperbaiki. Dan pasti pemerintah juga akan berusaha untuk melestarikan, menjaga dan memperbaiki lebih lanjud tentang bagian candi atau batu yang rusak.


Wisata Candi Barong Prambanan Yogyakarta


Dengan berkunjung atau berwisata ke Candi Barong atau candi-candi yang lain kita bisa melihat sejarah atau history orang-orang jaman dulu yang sangat pintar dan kuat, karena bisa menata batu-batu yang besar dibentuk seni berupa candi, relief, patung yang menunjukkan sejarah di balik seni dan kekokohannya.

Di samping pintu masuk Candi Barong terdapat papan yang menunjukkan dan menjelaskan tentang Sejarah Candi Barong dengan lengkap. Di bawah ini adalah papan tulisan tersebut:


Wisata Candi Barong Prambanan Yogyakarta

Wisata Candi Barong Prambanan Yogyakarta


Dengan berkunjung ke Candi Barong, selain kita bisa menguak sejarah dan melestarikan warisan budaya, kita juga bisa hunting foto. Foto tersebut bisa kita bagikan ke sosial media agar warisan budaya Candi Barong yang indah bisa ter-publish dan dilihat oleh public.

Keranjang Pelepah Pisang Kerajinan Kulon Progo Pasaran Internasional

Keranjang Pelepah Pisang Kerajinan Kulon Progo Pasaran Internasional




Keranjang Pelepah Pisang Kerajinan Kulon Progo Pasaran Internasional

Sebenarnya aku saat ini sedang berada di luar Jogja. Kampungku adalah di Kulon Progo, Jogja dan tadi malam aku telpon ORTU-ku selama 30 menit. Biasa saat ngobrol dengan bapak, simbokku pertama selalu saling menanyakan kabar, Alhamdulillah mereka sehat wal'afiat.

Selain itu aku juga menanyakan, "simbok nembe nopo?" [ibu lagi ngapain?]. Jujur aku adalah orang yang berasal dari kampung dan orang tuaku hanya petani dan aku tidak pernah malu untuk mengakui asalku, tidak pernah malu untuk mengakui kalau ORTU-ku hanya seorang petani yang hidupnya sangat sederhana dan kehidupan sehari-harinya hanya ke sawah, ke ladang/kebun dan alhamdulillah karena ortuku mempunyai sebidang tanah jadi beras memang gak pernah beli, setiap 3 bulan panen karena sistim irigasinya memang bagus[berdekatan dengan sungai].

Pada saat aku telpon tadi malam ternyata ibu aku sedang menganyam anyaman yang bersal dari pelepah pisang atau orang jawa bilang GEDEBOG yang gambarnya udah aku upload seperti di atas. Ada sebuah perusahaan pengelola kerajinan dari pelepah pisang di Pengasih, Kulon Progo yang kemudian dibawa ke pusatnya Semarang kemudian diekspor keluar negeri. Keranjang [bahasa jawanya tenggok] seperti gambar di atas memang dipasarkan ke Luar Negeri.

Nah masyarakat di kampungku saat ini orang-orangnya pada umumnya memang bekerja part-time membuat anyaman tersebut dan bahannya "pelepah pisang" sudah disupport oleh perusahaan yang tiap minggu diantar ke desaku, jadi masyarakat tinggal mengerjakannya untuk yang pandai membuat anyaman termasuk ibu aku sendiri. 


Sejak saat aku masih kesil hingga sekarang ibuku memang pandai membuat anyam-anyaman bambu yang bambunya juga memanam sendiri di kebun tanpa harus membeli seperti keranjang, kukusan, tampah, tenggok dll dan kadang ada orang memesan juga dan bisa dijadikan sebagai penghasilan sampingan.

Ibuku dalam seminggu bisa menghasilkan 3 sampai 7 keranjang seperti gambar di atas dan tiap keranjang seharga hanya RP.9000 tapi masyarakat di kampungku yang sebagian besar bermata pencaharian petani dengan uang segitu memang sudah sangat bersyukur hanya dengan modal tenaga part-time. 

Salah satu orang yang selalu memberi semangat hidupku adalah orang tuaku, karena ORTU-ku hanya petani hidupku menjadi lebih bersemangat, sejak kecil aku sudah merasakan bagaimana susahnya hidup dan mandiri. Gambar di atas barusaja dikirimkan oleh adikku melalui WeChat yang sudah menjadikanku inspirasi untuk menuliskan/berbagi disini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PUISIKU ABOUT ME Privacy Policy DISCLAIMER

©2017-Blog Personal Loveheaven07 Design by Titin S