loveheaven07

Cara Melestarikan Budaya Di Pedesaan

Cara Melestarikan Budaya Di Pedesaan


Cara Melestarikan Budaya Di Pedesaan

Pelestarian budaya bisa dilakukan dengan cara merayakan dan mencatat warisan dari orang yang terdahulu. Hal tersebut bisa dicapai dengan cara: mengumpulkan foto-foto, cerita budaya, silsilah keluarga, atau dengan belajar dan mengajarkan lagu-lagu tradisional, cerita dan tarian tradisional untuk generasi yang baru. Jangan sampai budaya dan peradaban akan terkikis oleh budaya Barat atau kemajuan jaman.

Harusnya kemajuan teknologi turut mendukung masyarakat dalam melestarikan budaya tradisional agar tidak lenyap.

Etnografi adalah metodologi kualitatif dimana peneliti berusaha untuk memahami budaya dari sudut pandang orang yang ada atau terlibat di dalam kebudayaan, belajar tentang apa yang benar-benar ingin eksis dalam kerangka ide tertentu, adat istiadat, tabu, agama, pikiran, dan semua lembaga yang hadir bersama-sama untuk menghasilkan budaya.


Cara Melestarikan Budaya Di Pedesaan


Dalam bidang pertanian budaya akan berkelanjutan pada proses yang sepenuhnya menggunakan bahan organik, benih non-transgenik yang tidak ada input zat kimia. Praktek penyimpanan benih, perbanyakan dan pembibitan pohon, semua itu adalah bagian dari kehidupan untuk mengajarkan kepada  penduduk desa tentang bagaimana mempertahankan sumber yang bergizi untuk memberikan sumber pemakanan bagi komunitas mereka.

Pertumbuhan ekonomi di pedesaan merupakan akar rumput yang cepat, dan berguna untuk mengurangi kemiskinan. Bekerja dan berusaha adalah faktor yang paling penting. Pemerintah harusnya melatih warga desa dalam mengembangkan bisnis dan rencana pemasaran yang sederhana, dan mengajarkan tentang pembukuan yang juga sederhana. Dengan demikian kita akan bisa memberdayakan masyarakat, perempuan dan pemuda khususnya ke arah kemandirian.

Kehidupan Di Desa

Kehidupan Di Desa


Kehidupan Di Desa

Untuk orang yang asalnya dari kampung seperti aku pasti tahu bagaimana rasanya hidup di desa. Aku juga lahir di desa alias bukan berasal dari kota jadi bisa merasakan kehidupan di desa. Tapi mungkin kalau orang yang asalnya dari kota terus tiba-tiba hidup di desa pasti susah untuk menyesuaikan diri atau malah sebaliknya ya? 

Enaknya tinggal di desa itu bisa menanam sayur sendiri, padi sendiri atau memelihara ayam kampung secara alami. Memelihara ayam kampung selain bisa motong sendiri kalau mau makan diging ayam juga bisa dipelihara dan dijual sebagai penghasilan.


Kehidupan Di Desa

Tapi aku melihat tetanggaku sendiri yang lahir di kota bahkan orang tua nya di kota tapi malah betah tinggal di desa ikut om nya. Kehidupan di desa identik dengan hidup sederhana dibandingkan dengan hidup di kota yang segalanya harus mengeluarkan uang untuk memenuhi segala kebutuhan misalnya kebutuhan pangan. 

Jadi kalau hidup di kota memang benar-benar harus mempunyai pekerjaan tetap atau mungkin wiraswasta/sesuatu yang bisa menghasilkan uang. Yang lebih enak lagi kalau hidup di desa dan menjabat sebagai pegawai negeri mungkin susahnya tidak seperti yang penghasilannya hanya sebagai petani yang cara mendapatkan uang penghasilan dari hasil kebun yang kadang ada dan kadang tidak ada.


Kehidupan Di Desa


Kebanyakan orang di desa mempunyai tanah walau mungkin hanya sedikit. Dengan tanah itu orang kampung atau desa bisa memanfaatkan untuk bercocok tanam misalnya menanam sayuran, dll apalagi kalau desa itu tanahnya subur. Seperti ini orang tuaku sendiri yang menanam pohon kelapa sampai kelapa nganggur, kalau dijual harganya murah. Tapi walau harganya murah kelapa di atas bisa juga untuk menambah biaya hidup dan mencukupi kebutuhan. 

Kalau hidup di desa itu ibaratnya uang 5 ribu rupiah juga cukup buat makan sehari. Misalnya makan hanya dengan lawuh tempe/tahu atau malah tidak sama sekali, hanya makan dengan sayuran atau sambel itu sudah nikmat sekali. So coba bandingkan dengan kehidupan di kota, indahnya kesederhanaan. Tapi karena di desa kurang lapangan pekerjaan jadi orang desa kebanyakan merantau untuk mencari uang, kalau ingin menciptakan lapangan kerja juga butuh modal.


Kehidupan Di Desa

Seperti kelapa di atas ini sampai nganggur-nganggur, itu kelapa di kebun depan rumahku aja. Orang tuaku terlalu sibuk ngurus kambing, kelinci dan kebun/sawah sampai tidak sempat ngurus kelapa itu yang berjatuhan sendiri karena sudah tua. Tapi aku salut dengan tenaga orang-orang desa yang sangat kuat karena mengurus kebun dan tahan banting, mungkin tenaganya lebih kuat daripada orang yang pekerjaanya enak/kerja office, dll misalnya. 

Karena kami hanya hidup sebagai petani jadi ya harus kerja keras mengurus hasil bumi/hewan peliharaan karena dari situlah kami keluargaku mendapatkan uang dan tetap bersyukur. Selain itu kehidupan di desa solidaritas penduduknya juga tinggi dibandingkan kehidupan di kota yang kadang individualisme.


Kehidupan Di Desa


Ini sayur buat campuran masak supermi hehe...bapakku yang rajin menanamnya, malah menanam pohon cabe/lombok/cili juga. Bukan hanya itu tapi termasuk seledri, pohon bawang, dll hmmmm indahnya hidup di desa dengan cara sederhana dengan prinsip yang penting cukup. Kehidupan yang selalu aku rindukan adalah hidup di desa. Berkebun pada usia tua untuk kesehatan, jadi pada usia tua berkebun itu juga banyak manfaatnya Itulah entri aku tentang kehidupan di desa.

CENGKEH SAMIGALUH KULON PROGO

CENGKEH SAMIGALUH

CENGKEH SAMIGALUH KULON PROGO

Assalamu'alaikum wr.wb

Walau agak telat tapi aku hanya ingin ngucapin SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI untuk teman-temanku semua MOHON MAAF LAHIR BATIN. Saat ini di Samigaluh Kulon Progo dan di Indonesia pada umumnya sedang menghadapi musim kemarau. Cengkeh Samigaluh Kulon Progo adalah entri yang ingin aku tulis saat ini, walau aku hanya ingin nulis simple aja. Cengkeh adalah hasil mata pencaharian di Samigaluh disamping kakao, melinjo, teh dan hasil bumi yang lainnya.




Cengkeh Sebagai Penghidupan

Ya jelas cengkeh adalah sebagai penghidupan orang samigaluh sudah dari dulu sejak aku kecil. Cengkeh sebagai tanaman/pohon yang sesuai ditanan di desaku Samigaluh. Berbuahnya tidak tentu, bisa setahun sekali, dua tahun malah kadang 5 tahun sekali berbuah. Cengkeh sangat menolong sekali untuk desa kami karena harganya yang lumayan mahal hingga kadang masyarakat kami bisa membangun rumah, berwiraswasta dengan dimodali cengkeh, juga bisa membeli barang kebutuhan yang kami perlukan bahkan untuk membiayai sekolah juga.




Saat Lebaran Cengkeh Berbuah

Hmmm...lebaran kali ini 2012 Alhamdulillah cengkeh sedang berbuah dan itu merupakan karunia dari Allah swt yang harus kita syukuri sekali lagi 'Alhamdulillah' Saat lebaran Idul Fitri, dengan adanya cengkeh bisa untuk membeli keperluan lebaran yang sangat diperlukan. Malah kadang karena berbagai kesibukan cengkeh sampai gak sempat dipetik padahal itu adalah uang. Harga se kg cengkeh basah saat ini sampai 25-30 ribu rupiah, kalau yang kering bisa sampai 90-100 ribu rupiah. Harganya bisa naik atau turun tergantung kebutuhan pasaran pemakai cengkeh, malah bisa mencapai 300 ribu rupiah untuk cengkeh kering.


cengkeh samigaluh

Hasil Cengkeh

Cengkeh dihasilkan sebenarnya bukan hanya di Samigaluh tapi juga di daerah Kulon Progo lainnya seperti Kecamatan wilayah Girimulyo, Kalibawang, dll. Juga di daerah Propinsi Jawa Tengah yang berdekatan dengan samigaluh yaitu wilayah Kaligesing, Purworejo, Muntilan dll. Samigaluh dan Girimulyo adalah tempat berhawa dingin di dataran tinggi Yogyakarta yang sangat sesuai sekali dengan keadaan tanah dan iklimnya untuk menanam cengkeh dan bisa dibilang sebagai penghasilan utama.

Cengkeh bisa digunakan untuk rempah sebagai penyedap makanan, sebagai bahan baku rokok, minyak angin, dll bahkan daunnya juga bisa disuling dan dijadikan minyak. Sekian dulu entriku yang singkat tentang cengkeh.

Wassalamualaikum wr.wb

Berkebun Pada Usia Tua Untuk Kesehatan



Berkebun Pada Usia Tua Untuk Kesehatan

Tahu tidak kalian bahwa berkebun, bertani pada usia tua itu bagus banget untuk kesehatan. Bisa dibilang aktivitas bertani, berkebun itu aktivitas ringan. Bukan ringan sebenarnya karena bukan semua orang bisa melakukannya misalnya mencangkul, membajak sawah, menyiram tanaman, dll. Yang jelas berkebun bisa membuat orang jadi aktif, sehat dan produktif.

Berkebun pada usia tua bisa memberi dampak penuaan yang positif terutama dari segi fisik, psikologi dan sosial. Nah aku akan menuliskan manfaat berkebun pada usia tua untuk kesehatan dilihat dari beberapa aspek seperti di berikut ini:

Dilihat Dari Aspek Psikologi Dan Sosial
  • Bisa memberi ketenangan hati, mengurangi rasa sepi atau stress.
  • Meningkatkan kesehatan pada mental.
  • Bisa memberi stimulasi dan minat terhadap alam dan aktivitas sosial.
  • Kehidupan sosial akan menjadi lebih sehat karena golongan orang tua jadi mampu berinteraksi kepada orang lain
Keuntungan Pada Aspek Fisikal
  • Kemahiran motorik jadi meningkat misalnya berjalan, dan semua aktivitas berkebun seperti membongkok, saat mencangkul, menyiram dll.
  • Meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas.
  • Bisa mengurangkan gejala tulang keropos atau osteoporosis.
  • Meningkatkan tahap aktivitas fisikal.
Pemakanan Menjadi Lebih Sehat

Aktivitas bertani, berkebun pada usia tua bisa membentuk gaya pemakanan yang sehat. Hasil kebun seperti buah-buahan, sayur-sayuran atau jenis apotik hidup seperti herba bisa merangsang diet yang sehat.




Hal-hal Yang Perlu Dijaga Untuk Pekebun Atau Petani Usia Tua

• Penjagaan otot dan tulang

Proses penuaan pada usia lanjut akan membuat orang mengalami kerapuhan tulang, itu kadang akan membuat masalah ketika mengangkat obyek yang berat dan resiko jatuh. Langkah penjagaannya adalah mereka perlu berhati-hati saat menjalankan aktivitas berkebun, memilih tempat atau obyek yang rata untuk mencegah agar tidak jatuh. Kalau obyeknya tidak rata misalnya perbukitan juga perlu berhati-hati.

• Penjagaan kulit

Karena perubahan usianya yang semakin lanjut, kulit akan menjadi tipis dan rapuh. Hal itu bisa menyebabkan bengkak, lebam atau kulit mudah luka, jadi untuk penderita sakit diabetes pasti akan mudah terinfeksi. Untuk mengelakkan hal itu sebaiknya dalam berkebun gunakan sarung tangan, sepatu yang sesuai untuk bertani/berkebun.

• Penjagaan mata

Lensa mata pada usia tua pasti mulai terganggu. Tentu saja itu agak bahaya apabila saat berkebun menggunakan alat seperti sabit yang tajam, cangkul atau alat yang lain. Pencegahannya adalah harus lebih berhati-hati, atau memakai kaca mata yang sesuai untuk membantu penglihatan dan lebih bagus lagi kalau menjalankan perawatan mata.

• Usia tua yang berpenyakit

Jenis penyakit usia tua ini misalnya penyakit darah tinggi, jantung, rematik, diabetes, dll. Pada penderita penyakit ini pasti mereka akan merasa kurang bertenaga, mudah letih atau sering membuang air kecil. Langkah keselamatannya adalah dengan selalu mengikuti nasehat dokter, jangan lakukan aktivitas berkebun yang melebihi kemampuan dan harus sering istirahat ketika sedang berkebun.

Penulis: Putri Kebonharjo, Samigaluh (Kulon Progo, Jogja).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PUISIKU ABOUT ME Privacy Policy DISCLAIMER

©2017-Blog Personal Loveheaven07 Design by Titin S