BREAKING NEWS :
Loading...

Keinginan Rakyat Kecil Yang Sering Terpendam

Keinginan Rakyat Kecil Yang Sering Terpendam

Keinginan Rakyat Kecil Yang Sering Terpendam

Aku adalah orang yang berasal dari Kec. Samigaluh, Kab. Kulon Progo, Yogyakarta. Pemerintah pasti sudah memberikan wadah atau tempat untuk menampung aspirasi, keluhan rakyat kecil, keinginan rakyat kecil untuk pembangunan ke depan yang lebih baik.

Namun, kadang rakyat putus asa apabila aspirasinya sering tidak ditanggapi, tidak diperhatikan hingga membuat mereka putus asa, dan akhirnya diam. Aku bahkan dilecehkan, dihina, salahkah kalau aku memberikan pendapat? untuk masa depan kotaku yang lebih baik? aku juga tidak berniat buruk.

Aku pernah mengungkapkan tentang unek-unek atau keluhan kebanyakan orang di masyarakat tempat aku tinggal, yaitu melalui sebuah grup atau komunitas FB, Facebook Kulon Progo yang anggotanya ratusan ribu orang.

Bisa dibilang aku mewakili masyarakat, keinginan rakyat biasa yang sering terpendam, atau tidak terbuka. Di komunitas besar itu banyak orang yang setuju dengan pendapatku, dari ratusan komen 90% memang setuju dengan kata-kataku.

Namun....ada beberapa orang yang menyerangku hingga tidak nyaman dilihat, dibaca oleh orang lain. Aku sudah menanggapinya dengan sabar, dengan kata-kata yang sopan namun aku tetap kalah, dan terpojok. Aku memang tidak bisa menghadapi orang ngeyel, apalagi dia idealis, dan akhirnya pos ku aku hapus, aku keluar dari grup.

Grup itu adalah tempat atau wadah untuk menampung segala aspirasi, keluhan rakyat Kulon Progo. Dan aku kalau menanggapi orang ngeyel memang menyerah, ya begitu lemahnya aku, tapi setidaknya aku punya naluri, perasaan, dan bisa menjaga perasaan orang lain. Aku juga tau tata krama bersosial media.

Itulah sebabnya keluhan, masukan, kritikan rakyat selalu dipendam, walau sebenarnya ada wadah untuk menampung, karena kadang tidak didengar, atau dicanggah oleh beberapa orang. Rakyat harusnya, sebenarnya berhak bersuara....tapi mending diam, mematuhi aturan, hidup damai dan aman.

Jujur dibalik majunya desaku, dan aku tinggal di kampung, pelosok, di balik semua itu masih ada keluhan masyarakat yang hanya terpendam, tidak mau ribut.

Subscribe to receive free email updates: