BREAKING NEWS :
Loading...

Persahabatan Yang Tak Pernah Putus

Persahabatan Yang Tak Pernah Putus



Persahabatan Yang Tak Pernah Putus

Sangat sedih sekali apabila kita berkenalan dengan seseorang, kemudian menjadi akrab tapi selanjudnya terputus. Pasti akan teringat saat-saat bersamanya. Terputus karena jarak atau karena apapun, hingga jarang atau hampir tidak pernah berkomunikasi lagi.

Jangan sampai memutuskan hubungan silaturahmi, ya memang benar. Setiap manusia pada dasarnya punya naluri dan perasaan, juga kasih dan sayang, walaupun setiap orang punya karakter yang berbeda. Sebagai manusia kita juga harus menerima setiap perbedaan, respect, saling menerima kelebihan, kekurangan, saling mengingatkan, juga menerima kritik selama kritik itu membangun.

Manusia Tak Pernah Luput Dari Salah

Adakah manusia yang sempurna? tidak ada! Hidup adalah belajar dan belajar tanpa pernah habis, setiap hari kita belajar dan masih tidak cukup, ilmu yang kita dapatkan masih selalu kurang. Yang penting walau ilmu kita selalu kurang....untuk ke depan harus ada perubahan yang lebih baik, selalu mencari ilmu yang bermanfaat untuk meningkatkan potensi diri.

Kesalahan, pasti kita semua pernah melakukan kesalahan, khilaf baik yang disengaja atau tidak. Kita selalunya berhati-hati tapi kadang tetap saja kesandung, terpeleset, itu wajar. Dari kesalahan itu kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran, mencoba untuk tidak putus asa.

Menghakimi Sahabat, Percaya Gosip!

Saat kita kecewa, sakit hati hanya karena mendahulukan emosi daripada naluri akal sehat, kadangkala kita akan menghakimi orang lain, sahabat. Sekali lagi nobody perfect! Gosip antar sahabat, itu bisa menyakitkan hati, kata-kata celaan sana-sini yang menyebabkan persahabatan menjadi renggang. Seniorku bilang, bahwa dalam situasi seperti itu lebih baik jangan melibatkan diri, dia bilang, ''Andai kamu melibatkan diri, meladeni mereka, sama saja sifatmu seperi mereka, tak ada bedanya, lebih baik kamu diam."

Ego, Disiplin

Manusia kadang terperangkap oleh ego, misalnya iya aku sendiri yang paling benar! Disiplin, harus dimulai dari diri sendiri dahulu. Aku juga selalu belajar untuk disiplin, dan itu susah, aku akui. Disiplin contohnya, tidak membuang sampah sembarangan, saling meberi rasa nyaman dimanapun berada (karena mengingat bahwa baik buruknya kelakuan kita, ada yang menyaksikan yaitu Allah.swt, dan kelakuan kita juga akan dicatat), pandai mengatur waktu, misalnya waktu makan, waktu belajar, waktu santai, etc, mulailah step by step, pelan-pelan (tidak bisa instan) dan lama-lama akan menjadi kebiasaan untuk berdisiplin.

Menyapa

Menyapa teman dengan sopan, halus, apapun perlakuannya terhadap kita, susah? harus dicoba, pada dasarnya manusia punya sifat baik, bagus, termasuk Anda semua.

OK, kita manusia di dunia ditakdirkan oleh Allah.swt mempunyai perbedaan, perbedaan sifat, karakter, agama, bangsa, bahasa, warna kulit, status sosial ekonomi, jenis kelamin, etc, tapi bukan untuk saling menjatuhkan. Kita tetap saling membutuhkan, no racism, no prejudice, disaat kita membutuhkan pertolongan, larinya kemana? tidak kemana-mana, tetap kepada sahabat, teman, saudara, kita tidak bisa hidup sendirian!

Subscribe to receive free email updates: