BREAKING NEWS :
Loading...

Adab dan Sopan Santun dalam Bersosial Media

Adab dan Sopan Santun dalam Bersosial Media

Adab dan Sopan Santun dalam Bersosial Media

Tiba-tiba aku terfikir untuk menuliskan kata-kata dan kalimat yang berhubungan dengan judul pada entri ini yaitu tentang adab atau aturan, dan sopan santun dalam bersosial media. Di dunia nyata orang punya aturan dalam bersosial, demikian juga dalam kita bergaul dengan orang lain yang kita temui di sosial media.

Sosmed yang friendly atau banyak dikenal orang adalah Facebook walau sebenarnya masih banyak media untuk bersosialisasi yang lain. Orang lebih banyak menggunakan kata dumay atau dunia maya untuk menyebut sosmed, facebooker untuk pengguna FB, pluser untuk pengguna Google Plus, mindtalker untuk pengguna Mindtalk, dll.

Orang punya kebebasan dalam menggunakan sosial media hingga kadang orang akan lupa bahwa sebenarnya dalam bersosial media juga harus bersopan santun, mengikuti norma-norma atau aturan yang ada dalam masyarakat, bukan semaunya sendiri. Itu tergantung dengan pribadi masing-masing orang, membangun karakter yang bagus kadang bukan mudah.

Aku pernah menegur orang yang punya kelakuan tidak wajar, kelakuan yang tidak layak diterima dengan naluri dan akal sehat....dan dia menjawab apa? watakku memang begitu, sifatku memang begitu, itulah aku. Maksudnya ingin mengingatkan tapi dia menjawab begitu, dan aku harus bagaimana? 

Ah biarkan saja, yang penting aku sedah menegur, mengingatkan, soal dia mau menerima atau tidak itu terserah. Kita bersosialisasi melalui media sosial juga untuk saling mengingatkan teman apabila khilaf. Sosial media bisa digunakan untuk bersilaturahmi, berbagi berita penting, berbagi ilmu atau berita yang bermanfaat.

Contoh hal menyebalkan yang bisa kita temukan di media sosial adalah:

  • Orang yang sok kenal padahal tidak kenal, maksudnya hanya kenal melalui medsos.
  • Orang yang PM, Inbox tidak sopan misalnya menegur dengan: hai cantik, hai ganteng....
  • Orang yang komen dengan kata-kata kasar, tidak sopan hingga keluar kata-kata binatang, atau alat kelamin.
  • Berkelakuan genit dan menggoda.
  • Dll.

Media sosial bukan selalu memberi pengaruh yang positif, pengaruh negatifnya juga banyak terutama di jaman sekarang ini saat orang-orang baru mengenal internet karena sekarang internet sudah merata dan bisa diakses sampai ke pedesaan. 

Bersosial media di jaman sekarang ini seperti tuntutan, karena melalui sosmed kita akan mendapatkan informasi yang penting, berita penting, bukan hanya untuk: agar gaul atau tebar pesona, dan mengabaikan norma, adab sopan santun. Kadang kalau orang tidak bersosial media, orang akan ketinggalan informasi penting.

Kita dituntut untuk cerdas dalam menggunakan media sosial, dan itu tidak bisa instan. Kita bebas bersosial media, menggunakan sosial media tapi kebebasan juga ada batasnya. Aku selalu berusaha untuk menghormati orang lain yang kutemui, ku kenal di dunia nyata atau dunia maya, terutama dalam bersikap, berbicara. 

Orang yang tidak hormat, tidak bisa menjaga privacy, ya lebih baik di SKIP saja. Karakter manusia bisa dilihat melalui bicaranya, kelakuannya dan sikapnya. Saatnya kita untuk mawas diri dan introspeksi diri, menjaga adab, sopan santun dimanapun kita berada.

Subscribe to receive free email updates: