BREAKING NEWS :
Loading...

Aku Ini Bukan Siapa-Siapa


Aku Ini Bukan Siapa-Siapa

Aku Ini Bukan Siapa-Siapa

Aku ini bukan siapa-siapa, aku bukan siapa-siapa adalah istilah yang sering diungkapkan oleh orang biasa seperti aku. Aku hanya orang biasa, rakyat biasa yang tidak punya pangkat atau kedudukan di dalam masyarakat atau pemerintahan.

Iya inilah aku, aku bukan siapa-siapa hanya wong cilik atau orang rendahan yang dari dulu sudah merasakan hidup susah, hidup sengsara (ngenes) hanya anak seorang petani di pedesaan. Cobaan dan susahnya hidup sudah pernah merasakan.

Dihina, direndahkan juga sudah pernah merasakan, dan memang untuk mencapai sebuah rasa nyaman dalam hidup atau comfort zone kebanyakan orang akan melewati jalan yang tidak mudah. Banyak orang yang pernah menyaksikan susahnya hidupku.

Kita hidup bukan untuk masa lalu, tapi dari pengalaman masa lalu yang tidak mudah orang akan belajar, mengambil hikmah, dan change atau hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Hidupku, hidup Anda 10 tahun yang lalu misalnya dengan kenyataan saat ini sudah banyak berbeda. Kalau dulu nasibnya lebih susah, tapi sekarang sudah ada kemajuan menjadi lebih baik, karena ketabahan, kerja keras.

Aku tiba-tiba bertemu dengan orang yang 20 tahun lalu atau 10 tahun yang lalu terakhir bertemu. Bertemu di sosial media, dan nasib hidupku pada masa yang lalu dengan saat ini, itu sudah banyak berbeda, nasib juga sudah berbeda, mereka juga.

Kalau dulu masih labil, tidak punya pendirian tetap, tapi sekarang sudah banyak berubah menjadi lumayan. Bertemu teman lama yang diinginkan adalah perasaan bahagia, rasa syukur karena silaturahmi bisa kembali terjadin, bukan sebaliknya seperti mau ngajak perang. Dan setiap orang punya nasib sendiri-sendiri yang berbeda, dulu ya dulu, sekarang ya sekarang.

Tiba-tiba mereka orang-orang yang lama tidak bertemu itu sikapnya aneh dalam menyapa, menyamakan diriku dengan diriku yang dulu semasa masih dalam masa pancaroba. Sebenarnya orang kalau menyapa dengan sopan, setiap orang juga pasti akan menghormati, bukan gila hormat, tapi saling menghormati.

To the poin saja jangan berbelit-belit pakai code yang seakan-akan ngajak berantem, itu sangat menyebalkan. To the poin misalnya tanya begini: Hai, apa kabar, sekarang kamu tinggal dimana, kerja apa? bukan berbicara dengan menggunakan code yang susah difahami. Ada juga yang hanya diam, melihat wajahnya saja sudah lega. Melihat mereka hidup nyaman, sudah ikut merasakan bahagia.

Bukan semua orang begitu, kebanyakan teman-temanku juga sopan, malah ada yang membuat aku salut karena dia bilang: aku minta maaf dengan sikapku waktu di bangku sekolah kadang menjengkelkan kamu, soalnya pada waktu itu masih dalam masa, faktor usia labil. Dan aku bilang: sama-sama aku juga minta maaf. 

Orang kadang menjengkelkan itu juga karena aku bukan siapa-siapa, jadi aku bisa menerima, bisa memaklumi. Aku hanya wong cilik, orang biasa, rakyat biasa yang tidak punya pangkat dan kedudukan di masyarakat.

Dalam menghadapi, menanggapi seseorang juga tergantung dari bagaimana mereka menyapa, bersikap, yang sopan ditanggapi dengan rasa hormat, yang menjengkelkan skip saja. Untuk seusia aku, umur sebaya dengan aku seharusnya sudah bisa untuk bersikap dewasa, guyon tapi maton, etc. Kebanyakan orang pernah merasakan susah, sial, begitu juga aku. Maafkan aku kalau aku sering menyakiti hati kalian. I'm not perfect.

Subscribe to receive free email updates: