BREAKING NEWS :
Loading...

Kami Orang Desa Yang Kadang Dihina

Kami Orang Desa Yang Kadang Dihina

Kami Orang Desa Yang Kadang Dihina

Maaf judulnya agak sinis, tapi ini memang kenyataan yang ingin aku ungkapkan disini. Kadang aku juga curhat sama teman-teman tentang asal kami dari desa pelosok pegunungan yang memang sudah ditakdirkan oleh-Nya.

Ini adalah ungkapan diriku sendiri sebagai orang yang berasal dari pegunungan, pelosok desa, dan juga mewakili mereka.

Jaman dulu saat kendaraan belum begitu banyak seperti sekarang, saat orang dataran rendah, orang kota, ngarai kemana-mana bisa bersepeda, tapi kami berjalan kaki. Hanya beberapa orang yang punya mobil dan kendaraan bermotor.

Sampai saat ini juga masih ada orang yang berjalan kaki, kami orang desa, pedesaan. Kemarin aku baru ngobrol dengan teman akrabku yang punya kakak tinggal di daerah Kokap, Kulon Progo, daerah pelosok, pegunungan, bahwa dia punya istri orang Jogja dan istri dia tidak suka dengan keberadaan rumah suaminya karena berada di daerah terpencil.

Dari situlah kadang kita merasa terhina, padahal dimanapun kita tinggal, tetaplah di bumi Allah. Selain itu, sering ada orang kota/ngarai yang berkunjung ke kampung kami, saat melihat, melewati jalannya yang naik menanjak, turun curam juga merasa kaget, merasa ngeri.

Mereka bilang, oh....tempat tinggal kamu di daerah ngeri, pelosok, jalannya susah. Ya itu memang nyata, benar, dan kadang membuat perasaan kami tidak selesa, tidak enak. Pasti mereka juga kapok untuk datang lagi walau rasa kapok itu tidak dikatakan secara langsung.

Sebaliknya, banyak juga orang yang merasa bangga melihat orang-orang desa, mereka salut karena kami sanggup bekerja keras, sanggup bertahan hidup, sanggup hidup sederhana, sanggup hidup susah, sanggup bertani.

Kesimpulan:

Walau aku/kami sering terhina karena berasal atau hidup di desa pelosok pegunungan, tapi aku/kami tidak pernah menyesal, kami bangga, kami bersyukur, walau kalian heran, walau kami sering terhina, dinina, oleh kalian orang-orang yang tinggal di dataran rendah, di kota.

Subscribe to receive free email updates: