Pulang Kampung Anti-Ribet: Pengalaman Terbang Johor - KLIA 2 - Yogyakarta Menggunakan Fitur Autogate

Pulang Kampung Anti-Ribet: Pengalaman Terbang Johor - KLIA 2 - Yogyakarta Menggunakan Fitur Autogate


Di akhir bulan April sampai awal Juni 2026 ini, saya melakukan perjalanan dari Johor, Malaysia, menuju ke Yogyakarta, Indonesia, bersama dengan seorang teman. Momen ini bertepatan dengan musim liburan sekolah di Malaysia selama dua minggu, di mana umat Islam sedang merayakan hari besar Idul Adha. Kebetulan, akhir bulan April juga bertepatan dengan Hari Raya Waisak bagi umat Buddha.

Di masa liburan itulah, saya memanfaatkan waktu selama seminggu untuk pulang ke rumah orang tua di Yogyakarta. Saya sendiri merupakan orang asli Yogyakarta yang saat ini merantau dan sudah lama berdomisili di Johor Bahru, Malaysia. Biasanya, saya pulang ke Jogja setiap dua tahun sekali atau setahun dua kali menggunakan pesawat komersial AirAsia dengan rute bandara KLIA 2 menuju Yogyakarta. Agar bisa mendapatkan harga yang lebih murah, saya selalu membiasakan diri membeli tiket sejak dua bulan sebelum hari penerbangan.


Pulang Kampung Anti-Ribet: Pengalaman Terbang Johor - KLIA 2 - Yogyakarta Menggunakan Fitur Autogate


Membeli tiket secara mendadak biasanya akan jauh lebih mahal. Jika kita membelinya kurang dari satu bulan sebelum keberangkatan, harganya bisa berubah dan melonjak naik setiap detiknya. Hal ini terjadi pada teman saya; karena ia membeli tiket sebulan sebelum terbang, harga yang didapatkannya jauh lebih mahal dibandingkan dengan tiket saya.

Strategi Transit Santai dari Johor ke KLIA 2

Dalam sehari, AirAsia menyediakan dua jadwal penerbangan langsung menuju Yogyakarta Internasional Airport (YIA), yaitu pada waktu pagi dan sore hari. Saya sengaja memilih penerbangan sore agar suasananya lebih santai dan tidak terburu-buru. Karena posisi kami tinggal di Johor Bahru dan membawa dua bagasi besar seberat masing-masing 20 kg (milik saya dan teman saya), kami memutuskan untuk berangkat dari Johor sehari sebelum jadwal penerbangan.

Kami memilih menginap terlebih dahulu di hotel yang lokasinya berdekatan dengan Bandara KLIA 2. Perjalanan dari Johor menuju Kuala Lumpur sendiri kami tempuh dengan menaiki bus, yang memakan waktu sekitar 4 jam perjalanan.


Pulang Kampung Anti-Ribet: Pengalaman Terbang Johor - KLIA 2 - Yogyakarta Menggunakan Fitur Autogate


Semua proses administrasi kami lakukan secara mandiri; mulai dari membeli tiket secara daring (online) hingga proses check-in pesawat yang juga dilakukan secara online. Pada hari keberangkatan, kami sudah bersiap dan tiba di bandara 3 jam sebelum pesawat lepas landas agar bisa lebih rileks. Karena kami masing-masing membawa koper bagasi seberat 20 kg, setibanya di bandara kami langsung melakukan proses penyerahan bagasi (bag drop) menggunakan mesin otomatis. 

Segala sesuatunya kami lakukan sendiri tanpa bantuan petugas, cukup dengan mengikuti petunjuk jelas yang tertera pada layar mesin yang telah disediakan di Bandara KLIA 2. Alhamdulillah, semua proses di KLIA 2 berjalan dengan sangat lancar dan aman tanpa kendala apa pun, termasuk saat melewati bagian imigrasi.

Penerbangan Lancar dan Kemudahan Autogate di Bandara YIA

Saya dan teman saya menaiki pesawat AirAsia dari Bandara KLIA 2 menuju YIA. Pesawat melakukan take off pada pukul 15:25 waktu Malaysia dan mendarat dengan selamat di Bandara YIA pada pukul 17:05 WIB. Saat itu, kondisi kabin pesawat sangat penuh oleh penumpang.

Setibanya di bagian imigrasi Bandara YIA, antrean ternyata tidak terlalu panjang. Di sana, saya memanfaatkan fasilitas autogate yang tersedia di imigrasi sehingga tidak perlu mengantre lama. Fasilitas autogate di imigrasi Bandara YIA ini memang sudah mendukung penggunaan paspor elektronik (e-paspor) Indonesia.


Pulang Kampung Anti-Ribet: Pengalaman Terbang Johor - KLIA 2 - Yogyakarta Menggunakan Fitur Autogate


Akhirnya Sampai di Kampung Halaman

Setelah seluruh proses di bandara selesai, kami akhirnya resmi menapakkan kaki di Yogyakarta. Dari bandara, saya memesan layanan Grab Mobil untuk mengantar saya langsung menuju rumah yang terletak di kawasan pegunungan Samigaluh. Sementara itu, teman saya juga menaiki Grab untuk melanjutkan perjalanan pulang ke kampung halamannya di daerah Batang, Jawa Tengah.

Di sepanjang perjalanan pulang, kami tidak lupa mengabadikan banyak momen indah menggunakan ponsel sebagai kenang-kenangan. Bersyukur sekali, perjalanan pulang kampung kami kali ini berjalan dengan sangat lancar dan aman.

Post a Comment for "Pulang Kampung Anti-Ribet: Pengalaman Terbang Johor - KLIA 2 - Yogyakarta Menggunakan Fitur Autogate"