Mau Kerja di Singapura Jadi TKW? Baca Dulu Panduan Sukses dan Tips Penting Ini!
Hai teman-teman, kembali lagi dengan sambungan tips bekerja di Singapura bagi Anda yang berniat menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita), khususnya wanita Indonesia. Tahukah Anda, penduduk Singapura ternyata banyak yang mempekerjakan pembantu rumah tangga dari tiga negara utama: Filipina, Myanmar, dan Indonesia. Salah satu alasan utamanya karena nilai tukar dolar Singapura (SGD) tergolong tinggi jika dibandingkan dengan mata uang ketiga negara tersebut. Alhasil, Singapura menjadi daya tarik tersendiri bagi para pekerja migran.
Karena penduduk Singapura pada dasarnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama, penguasaan bahasa Inggris mutlak diperlukan, terutama bagi Anda yang akan bekerja sebagai asisten rumah (ART) tangga atau house maid. Dengan menguasai bahasa Inggris, komunikasi dengan majikan akan menjadi jauh lebih mudah. Tidak hanya dengan majikan, di mana pun Anda berada, seperti saat berpapasan dengan orang lain di jalan atau berbelanja, percakapan sehari-hari juga menggunakan bahasa Inggris. Jadi, ini benar-benar kunci komunikasi yang sangat penting.
Penduduk Singapura sendiri sangat beragam, terdiri dari etnis Cina, Melayu, India, serta banyak juga ekspatriat dari Eropa atau negara lain yang sudah menetap di sana sebagai citizen. Menariknya, banyak majikan di Singapura berkebangsaan Cina dan menggunakan bahasa Mandarin dalam percakapan mereka sehari-hari. Oleh karena itu, bagi Anda, TKW dari Indonesia, tidak ada salahnya untuk belajar bahasa Mandarin. Malah, jika Anda bekerja untuk majikan Cina, lambat laun Anda akan otomatis bisa berbahasa Mandarin, karena selain bahasa Inggris, Mandarin juga sering digunakan untuk percakapan sehari-hari.
Bagi Anda, para TKW Muslim yang ingin bekerja di Singapura, Anda memiliki pilihan dalam memilih majikan sesuai dengan keinginan, misalnya memilih majikan orang Melayu untuk menghindari penanganan daging babi. Namun, kenyataannya banyak juga TKW yang mengesampingkan hal tersebut dan tetap bekerja untuk majikan Cina. Menurut saya, yang terpenting tidak usah terlalu pilih-pilih majikan selama Anda bisa bekerja, fokus bekerja dengan niat utama mencari uang.
Secara umum, asisten rumah tangga di Singapura diharuskan menyelesaikan kontrak kerja selama dua tahun, dengan masa potongan gaji selama 6 bulan pertama. Setelah masa potongan tersebut selesai, Anda akan menerima gaji secara utuh. Besaran gaji per bulan bisa berbeda-beda, tergantung pada pengalaman kerja Anda atau kebijakan majikan. Namun, biasanya gaji yang ditawarkan adalah $600 SGD ke atas. Jika nominal tersebut ditukarkan ke Rupiah, jumlahnya sudah cukup lumayan banyak.
Sebenarnya, Singapura dan Indonesia secara geografis tidak terlalu jauh, jadi negara ini menjadi pilihan yang sangat baik untuk bekerja sebagai house maid. Seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya, persiapan mental benar-benar sangat diperlukan sebelum Anda berangkat. Jangan hanya membayangkan besaran gajinya yang besar saja. Ingatlah, tidak ada kesuksesan yang diperoleh dengan mudah, semuanya membutuhkan kerja keras dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Perlu disadari bahwa setiap pekerjaan, apa pun itu, tidak akan selalu berjalan mulus. Pasti ada tantangan, rintangan, dan cobaan yang harus dihadapi, apalagi jika Anda bekerja di luar negeri. Namun, ketika cobaan datang, jangan langsung putus asa. Carilah penyelesaiannya, carilah solusinya. Sebagai house maid, untuk mencari solusi, Anda bisa langsung menghubungi agen penyalur Anda.
Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Jadi, kembalilah pada niat utama Anda bekerja, yaitu untuk mencari uang dan memperbaiki ekonomi keluarga di kampung. Selesaikan kontrak kerja Anda selama 2 tahun dan pulangkan dengan membawa hasil kerja keras Anda. Semangat! Bersambung!

Post a Comment for "Mau Kerja di Singapura Jadi TKW? Baca Dulu Panduan Sukses dan Tips Penting Ini!"
Post a Comment