Panduan Sukses Menjadi TKW di Singapura: Tips Beradaptasi dan Menghadapi Kerasnya Dunia Kerja

Panduan Sukses Menjadi TKW di Singapura: Tips Beradaptasi dan Menghadapi Kerasnya Dunia Kerja


Halo teman-teman! Saat ini, banyak sekali wanita Indonesia yang memiliki minat besar untuk bekerja di Singapura sebagai asisten rumah tangga (ART) atau house maid. Alasan utamanya rata-rata karena keterbatasan ekonomi dan keinginan kuat untuk mencari nafkah demi menghidupi keluarga tercinta.

Secara pribadi, saya sangat salut kepada siapa pun yang memiliki niat besar untuk bekerja di luar negeri demi mengubah perekonomian keluarga menjadi lebih baik. Arab Saudi, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Dubai, hingga China merupakan negara-negara tujuan utama bagi para wanita Indonesia yang ingin bekerja sebagai asisten rumah tangga—atau yang di negara kita akrab disapa dengan istilah TKW (Tenaga Kerja Wanita).

Di artikel kali ini, saya ingin fokus membahas seputar TKW yang berada di Singapura. Khususnya, mengenai apa saja yang harus dipersiapkan agar prosesnya berjalan dengan mulus, lancar, dan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Poin pertama yang paling krusial adalah niat dan mental yang kuat, jadi jangan hanya membayangkan nominal gajinya yang besar saja. Sebenarnya, salah satu keuntungan bekerja sebagai house maid di luar negeri adalah gajinya yang relatif utuh, karena biaya makan dan tempat tinggal sudah ditanggung sepenuhnya oleh pihak majikan.

Bagi sebagian orang, keputusan untuk menjadi TKW di Singapura diambil karena mencari pekerjaan di Indonesia tanpa syarat ijazah tinggi dinilai cukup sulit. Selain itu, standar gaji bagi pekerja lulusan SMP atau SMA di tanah air juga relatif rendah. Jika ingin membuka usaha sendiri pun, terkadang terbentur masalah modal. Alhasil, jalan satu-satunya yang dinilai paling realistis adalah bekerja sebagai PRT di Singapura, yang tentunya dilakukan atas persetujuan dari pihak keluarga.

Namun, sebelum berangkat, persiapan mental benar-benar harus matang. Kadang kala, bayangan indah di awal tidak selalu sejalan dengan kenyataan di lapangan. Banyak yang telanjur membayangkan gaji tinggi, tetapi kurang memahami realita setelah bekerja di sana. Bekerja di Singapura otomatis membuat Anda harus tinggal jauh dari keluarga di Indonesia. Selain itu, ruang lingkup kerja sebagai house maid rumahan tentu akan lebih banyak dihabiskan di dalam rumah saja, kecuali jika majikan sedang mengajak Anda pergi keluar.

Ada satu hal lagi yang perlu digarisbawahi. Jika di rumah sendiri di Indonesia kita bisa bebas berkumpul dan melakukan apa saja, situasi akan berubah total saat Anda bekerja di Singapura. Anda dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di rumah majikan serta menuruti semua instruksi mereka. Karakter majikan itu tentu berbeda-beda; ada yang galak, cerewet, namun ada juga yang sangat baik. Semua itu kembali lagi pada nasib masing-masing, apakah akan mendapatkan majikan yang pengertian atau sebaliknya.

Kendati demikian, pada prinsipnya sebagian besar majikan memiliki standar yang sama. Karena mereka membayar gaji Anda, maka Anda pun wajib mematuhi seluruh perintah yang diberikan. Di sinilah pentingnya memainkan nalar, logika, serta kecerdasan Anda. Turuti semua perintah majikan selama hal tersebut masih dalam batasan pekerjaan yang wajar. Namun, jika majikan mulai menyuruh Anda melakukan hal-hal yang tidak wajar, Anda patut dan harus menghadapinya dengan sikap yang tegas.

Perlu diketahui juga bahwa orang Singapura terbiasa bekerja dengan ritme yang cepat. Negara tersebut memang sangat terkenal dengan budaya kerja cepat, jalan cepat, dan tingkat disiplin yang sangat tinggi. Oleh karena itu, proses penyesuaian diri di tengah keluarga baru maupun lingkungan negara Singapura setidaknya membutuhkan waktu sekitar satu hingga tiga bulan sampai Anda benar-benar terbiasa.

Di zaman sekarang, pekerja ART di luar negeri umumnya diberikan kebebasan untuk memegang handphone, bebas berkirim pesan via WhatsApp, atau mengobrol ke sana kemari. Namun, fasilitas ini sering kali menjadi gangguan tersendiri jika tidak disikapi dengan bijak, karena bisa membuat pekerjaan menjadi tidak fokus. Saran saya, utamakan dan selesaikan pekerjaan Anda terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memegang HP.

Pada kenyataannya, tidak sedikit house maid asal Indonesia yang sudah telanjur bekerja di Singapura akhirnya meminta pulang karena tidak kuat mental menghadapi realita di sana. Hal seperti ini tentu sangat disayangkan. Penyebab utamanya biasanya karena mereka tidak sanggup menghadapi kerasnya kedisiplinan negara Singapura, ditambah lagi dengan ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Jadi kesimpulannya, bekerja sebagai house maid di Singapura wajib dipersiapkan secara matang, terutama dari segi kesiapan mental. Jangan sampai Anda hanya terfokus membayangkan gaji yang tinggi saja, apalagi bagi para wanita yang baru pertama kali merantau ke luar negeri.

Bagi kalian para wanita lulusan SMP atau SMA yang merasa kesulitan mencari lapangan kerja di Indonesia, peluang untuk bekerja di Singapura ini sebenarnya adalah kesempatan yang sangat bagus. Saya pribadi menaruh rasa salut yang tinggi jika kalian berani melangkah dan mengambil peluang ini seperti yang lainnya. Tetap semangat, ya! Bersambung!


Post a Comment for "Panduan Sukses Menjadi TKW di Singapura: Tips Beradaptasi dan Menghadapi Kerasnya Dunia Kerja"